by

Wali Kota Danny Ajak Mahasiswa Petakan Kemiskinan di Makassar


smartcitymakassar.com – Makassar – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengajak 160 mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) kerja sama antara Pemerintah kota (Pemkot) Makassar dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya memetakan kemiskinan di Makassar.

Ajakan itu disampaikan Danny saat membuka Pembekalan Pendampingan Pengembangan Infrastruktur Pemukiman dengan Pola Tematik di gedung IPTEK Unhas, Senin, (20/06/2016).

Persoalan kemiskinan menurut Danny perlu dipetakan yang dimulai dengan mengidentifikasi akar permasalahan munculnya kemiskinan. Hal itu penting menurut Danny yang juga ahli tata kota untuk menemukan solusi cerdas dan tepat terhadap problem kemiskinan di Makassar.

Kemiskinan sebagai masalah sosial menjadi keniscayaan bagi kota – kota berkembang yang menjadi tujuan kaum urban untuk mengadu nasib di sana. Tak terkecuali bagi Makassar yang tengah berbenah menuju kota dunia.

Jumlah penduduk yang menembus angka hingga 1.7 juta jiwa hadir bersama seluruh problematikanya.  Makassar memiliki 7.520 lorong yang tersebar di 14 kecamatan dan 143 kelurahan dengan luas wilayah mencapai 175.8 km2.

“Umumnya persoalan perkotaan terbesar ada di lorong – lorong termasuk persoalan kemiskinan. Olehnya itu, hal pertama yang dilakukan pemerintah adalah menata lorong,” ujar Danny.

Lorong bagi Danny adalah sel kota yang menentukan sehat, sakit, hidup atau matinya kota. Danny mengajak mahasiswa KKN Tematik Unhas yang akan berada di lokasi KKN selama dua bulan dengan menempati empat kecamatan turun ke lorong – lorong melakukan identifikasi persoalan.

“Apa penyebab kemiskinan itu? Apakah kultural karena masyarakatnya kurang inisiatif dan motivasi kerja ataukah karena karakter atau ada faktor lainnya,” terang Danny.

Wali Kota Danny bahkan menganjurkan mahasiswa KKN tematik Unhas untuk menginap di rumah – rumah warga yang tergolong pra sejahtera melakukan pemetaan akar persoalan ekonomi yang dihadapinya, “Ada gerakan pendampingan kepada masyarakat Pra Sejahtera. Peserta KKN disebar, satu mahasiswa satu keluargan pra sejahtera. Mereka menginap selama tiga hari melakukan sentuh hati menscanning apa penyebab kemiskinan itu lalu melakukan koding terhadap persoalan yang ada. Hasilnya dalam bentuk solusi individual per kepala keluarga dari masalah yang ada, dan sebelum masa KKN berakhir, peserta KKN kembali menginap di rumah yang sama untuk menggugah kesadaran dan semangat hidup warga untuk keluar dari kemiskinan,” terang Danny.

Penanggulangan kemiskinan menurut Danny, tidak boleh diatasi dengan konsep Sinterklas. Masyarakat harus dimotivasi untuk berjuang meningkatkan kualitas hidup dan pemerintah harus menciptakan ruang untuk itu.

Saat ini berdasarkan data BI yang disampaikan saat pertemuan gubernur BI bersama sejumlah kepala daerah di bulan Juni 2016, tingkat pertumbuhan ekonomi Makassar adalah yang tertinggi di Indonesia, mencapai 7,4% lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di angka 4,9% dan dunia pada titik 2,3%.(iskandar burhan)

‘PostBanner’/

Comment