by

‘Tourism Makassar’, Pelayan Digital Informasi bagi Wisatawan di Makassar

Smartcitymakassar.com. –Makassar- Wisatawan, baik lokal ataupun mancanegara, bakal lebih dapat menikmati dan mendapatkan pengalaman yang lebih kaya selama berada di Makassar. Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar telah mengeluarkan aplikasi ‘Tourism Makassar’ yang berbasis ‘mobile’ atau ‘smartphone’.

Menurut Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, saat melakukan ‘launching’ aplikasi ini di Mall Ratu Indah, Makassar, Senin (28/03/2016), aplikasi ini memberikan layanan tentang daerah-daerah tujuan wisata di Kota Makassar.

‘FooterBanner’


Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Rusmayani Madjid, menjelaskan bahwa aplikasi dapat diunduh gratis pada ‘smartphone’ berbasis Android dan OS. Yang diperlukan hanya mengetik ‘tourism makassar’ pada menu ‘search’ di ‘google play’ untuk Android atau di ‘App Store’ di iOS.

‘Tourism Makassar’ memiliki 9 menu utama.  Menu utama inilah yang menjadi pelayan digital wisatawan yang bakal membuat mereka lebih dapat menikmati ataupun mendapatkan pengalaman yang lebih kaya selama di Makassar.

BACA JUGA:  BIN Bantah Sistemnya Dibobol Kelompok Peretas

Yang langsung menarik mata, adalah menu Peta Wisata. Di Peta Makassar yang ditampilkan, ada banyak lokasi yang ditandai untuk dijelajahi, misalnya kuliner, akomodasi, hiburan, souvenir yang berdekatan dengan lokasi saat Anda membuka aplikasi.

Wisatawan dapat juga memilih langsung menu ‘Populer’ dari rujukan aplikasi. Sejumlah tempat populer, seperti Fort Rotterdam, Benteng Somba Opu, Bugis Water Park, Danau Wisata Lakkang, Gedung Mulo, Gereja Katedral, dan beberapa tempat populer lain. Bagi yang telah mengunjungi tempat-tempat tersebut, mereka dapat berkesempatan memberikan kesan dan penilaian di menu ini.

Jika wisatawan lebih memilih untuk menikmati kegiatan unik di Makassar, menu “Kegiatan” menyediakan informasi tersebut. Mereka dapat memilih sejumlah kegiatan yang berlangsung hingga bulan November 2016 mendatang.* (Iskandar Burhan)

Comment